Kejailan Kejailan di Malam Lailatul Qadar
Seperti yang pernah saya singgung sedikit di postingan yang berjudul Misteri Bedug yang Bisa Menangis mengenai suasana ramadhan di kampung saya selain diliputi oleh kekhusuan juga sering diselingi oleh tingkah jail dan iseng dari segelintir orang yang menyebabkan kita tertawa untuk sejenak. Dan saat ini saya akan membahas mengenai kejailan kejailan lain yang seperti menjadi tradisi di kampung kami ketika bulan ramadhan
Seperti tradisi karena terjadi hampir setiap tahun dari satu generasi ke generasi yang lainnya dan waktu kecil dulu jujur saja kalau sekiranya badan kurang fit dan bakal tidak tahan untuk tadarusan sampai waktu subuh saya lebih memilih setelah solat tarawih langsung pulang atau lebih memilih tarawih di rumah bukan tidak berniat untuk mendapatkan berkah dari Malam Lailatul Qadar tapi saya begitu paham kesengsaraan apa yang harus saya tanggung kalau saya menginap di mesjid.
Karena bukan rahasia dulu sudah jadi kebiasaan turun temurun di kampung saya ketika anak anak kecil tidur di mesjid sudah di pastikan bakal menjadi objek kejailan dari para bujang tanggung yang ada di kampung saya dari mulai di coret coret muka oleh abu sisa obat nyamuk atau rokok atau sampai yang paling menyakitkan yaitu di tempel arang batang korek api yang sudah di bakar kemudian di bakar lagi dan ditempel ke kaki atau tangan kita ketika lagi tidur
Asli itu adalah kejailan yang sangat menyakitkan dan parahnya lagi kita tidak akan pernah tau siapa yang melakukannya kecuali ada yang memberi tahu karena rasa sakitnya tidak langsung terasa setelah barang di tempel karena seperti yang kita tahu apinya merambat di arangnya sehingga ada jeda yang lumayan lama untuk pelakunya kabur dulu.
Dan jangan kira main sembunyikan sendal, sarung, peci ampe main ikat kaki anak anak yang lagi tidur tidak ada, saya jamin semua itu sudah di jamin semua itu ada juga, dan mungkin ada yang bertanya kenapa anak anak pada tahan untuk tidur di mesjid. Jawabannya cuma satu Makanan yah makanan yang akhirnya mengalahkan rasa takut untuk dijahili karena dari mulai tanggal 17 Ramadhan samapai puasa terakhir semua ibu ibu di desa saya berlomba lomba untuk mengirim makanan ke mesjid untuk menservis orang orang yang iktikaf atau sekedar ikut tadarusan.
Jadi yang iktikaf yah ihtikaf dan yang tadarus ya tadarus anak anak yah tadarus sebentar sisanya ngabisin makanan tapi yakinlah itu makanan kaga pernah benar benar habis saking banyaknya apalagi nanti mau saur ada yang mengirim lagi ke mesjid
Ah sebuah moment yang sungguh indah dan sangat saya rindukan, apakah semua itu masih berjalan di kampung saya entahlah karena saya sekarang sudah merantau di seberang pulau tapi saya harap semua itu masih lestari he he
Sekian pembahasan saya tentang Kejailan Kejailan di Malam Lailatul Qadar semoga anda terhibur
Dan jangan kira main sembunyikan sendal, sarung, peci ampe main ikat kaki anak anak yang lagi tidur tidak ada, saya jamin semua itu sudah di jamin semua itu ada juga, dan mungkin ada yang bertanya kenapa anak anak pada tahan untuk tidur di mesjid. Jawabannya cuma satu Makanan yah makanan yang akhirnya mengalahkan rasa takut untuk dijahili karena dari mulai tanggal 17 Ramadhan samapai puasa terakhir semua ibu ibu di desa saya berlomba lomba untuk mengirim makanan ke mesjid untuk menservis orang orang yang iktikaf atau sekedar ikut tadarusan.
Jadi yang iktikaf yah ihtikaf dan yang tadarus ya tadarus anak anak yah tadarus sebentar sisanya ngabisin makanan tapi yakinlah itu makanan kaga pernah benar benar habis saking banyaknya apalagi nanti mau saur ada yang mengirim lagi ke mesjid
Ah sebuah moment yang sungguh indah dan sangat saya rindukan, apakah semua itu masih berjalan di kampung saya entahlah karena saya sekarang sudah merantau di seberang pulau tapi saya harap semua itu masih lestari he he
Sekian pembahasan saya tentang Kejailan Kejailan di Malam Lailatul Qadar semoga anda terhibur
0 Comments:
Post a Comment